Ulang Tahun Nakhwa ke 8

Ulang tahun kali ini, di suasana duka. Kenapa? Karena kakek Nakhwa dipanggil Allah sang maha Kuasa, di hari ke6 wafatnya Prof.Dr. Fathurrahman Rauf.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam catatan, di tahun sebelumnya paling tidak ditulis dengan judul: Kehadiranmu, Kado Ulang Tahun ke 31-ku

Nakhwa Haurajamila Elhasani yang berarti wanita yang bermata jeli bak bidadari nan cantik. Nama ini telah lama kami sudah persiapkan.
Sejak tangisan pertamamu, menandakan kelahiranmu di dunia, ketika itu jg langsung mengadzani dan iqamah di telinga kanan dan kirimu, telah sah kami menjadi seorang bapak dan ibu.
Kekhawatiran berbalas kebahagiaan, kepayahan berubah kenikmatan, sayatan pisau operasi berganti senyum mengembang tanda rasa syukur kami.

Di ujungnya kami tambahi elhasani, sebagai kependekatan dari eli dan hasani nama kami berdua @hasaniahmadsaid dan @laelipuspitasari. L. 20 Feb 2013 – 20 Feb 2018.

Tanpa direncanakan, kehadiranmu tepat satu hari sebelum ulang tahun ayahmu. Meskipun pernah disampaikan ke dokter spesialis anaknya yang juga teman sejawat istri bisa tidak lahir tepat di thl 21 Februari, dan sudah disepakati kita coba lihat perkembangan yanv saat itu kehamilannya sudah cukup untuk cesar.

Namun kemauan istri, keekeuh mau normal. Di tgl 19 Feb malam, ternyata sudah mulai mules yang tak tertahankan, pada akhirnya harus segera di bawa ke RS.

Susah payah, niat mau normal, setelah dilakukan induksi tidak mengalami kemajuan, berjam-jam berlalu. Tak tega rasanya, terenyuh melihat kepayahan istri saya coba menawarkan cesar. Atas dasar kesepakatan kami suami istri dan tentu keluarha besar, pada akhirnya diputuskan cesar.

Hr ini genap 5 th, usiamu nak. Masih terbayang kebahagiaan kami menyambut kehadiranmu sebagai putri pertama kami di hari Rabu, jam 8 pagi di RS Cinta Kasih dengan cesar.

Kehadiranmu, terasa lengkap bagi kami sebagaima pesan Nabi salah satu fungsi menikah adalah memperbanyak keturunan.

Waktu begitu cepat berlalu, hari ini tepat ulang tahunmu yang ke 5, saat kamu masih duduk di bangku TK.
Harapan kami sebagai orang tua kelak engkau menjadi anak yang berbakti pada nusa, bangsa dan agama. Apapun cita-citamu kami sebagai orang tua akan berusaha mewujudkannya.

Saat ini, ketika ditanya apa cita-citamu nak, mau jadi dokter kayak mami dan juga mau jadi dosen kayak papi. Kami mengaminkan nak cita-citamu, profesi dokter dan dosen itu profesi mulia. Bs jd krn lihat profesi kami.

Pamulang, 20 feb 18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Buku Allah dan Alam Semesta: Perspektif Tasawuf Falsafi karya Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A.
Next post Catatan Ulang Tahun Nakhwa dari Madinah, setahun Lalu