PANTUN MALAM KETUJUH PERSEMBAHAN UNTUK ALM.PROF.DR.FATHURRAHMAN RAUF

PANTUN MALAM KETUJUH PERSEMBAHAN UNTUK ALM.PROF.DR.FATHURRAHMAN RAUF

PANTUN MALAM KETUJUH
Oleh Nasuha Abu Bakar MA
Sabtu 20 Februari 2021 jam 11.11

Di Karawang ada Cibuaya
Di Jakarta ada Kebagusan
Kami semua sayang tapi apa daya
Allah Dzat pencipta kirim utusan

Di Cilamaya ada pasar dan Sawah
Di Citarum banyak Ikannya
Kita Manusia harus sabar dan pasrah
Catatan almarhum banyak kebaikannya

Di Sungaibuntu tempat wisata
Berenang dengan ban bekas
Anak menantu punya cerita
Kasih sayangnya dikenang sangat membekas

Di Tanjung pura ada Terminal
Di Tanjung Priok ada Dermaga
Alm. Mengunjungi saudara yang dikenal
Tidak pernah kapok walaupun letihnya raga

UNSIKA di Karawang Kota
Kebanggaan masyarakat
Kepada KMIK alm.sayang dan cinta
Dalam jiwa raga alm.sangat melekat

One thought on “PANTUN MALAM KETUJUH PERSEMBAHAN UNTUK ALM.PROF.DR.FATHURRAHMAN RAUF

  1. Beliau Yang Mengayomi…
    Sewaktu pertama kali masuk Fakultas Adab sebagai CPNS tahun 1999, beliau menjabat sebagai dekan. Sebagai orang baru dan perantau, saya diterima dengan penuh hangat dan ramah. Padahal, sebagian kawan melihat bahwa saya bukanlah bagian dari Fakultas Adab karena bukan alumni dan juga tidak pernah mengabdi. Apalagi sahabat Saya, Ahmad Saehudin yang notabene ponakan dari beliau, tidak lolos dalam seleksi calon dosen Fakultas Adab. Begitu pula Helmi Yusuf dan Nuruddin yang merupakan anak kandungan dan telah lama mengabdi di Fakultas Adab. Begitulah beliau, seorang ayah yang mengayomi anak-anaknya, termasuk saya. Saya tidak pernah mendapatkan diskriminasi dari beliau, bahkan selalu dibantu untuk maju dan berkembang.
    Hal lain yang saya rasakan adalah nasihat beliau untuk menabung dan berinvestasi karena PNS itu tidak selamanya. Selain itu, beliau juga menasihati bahwa apabila menjabat suatu jabatan, maka penampilan perlu dijaga karena itu menyangkut marwah lembaga. Dan itu beliau contohkan dengan selalu rapih dan berdasi setiap kali masuk kantor.
    Senyum beliau selalu bersahabat dengan wajahnya, senyum ketulusan sebagai pribadi yang bersahaja dan bersahabat.
    Semoga Allah senantiasa tersenyum kepadanya sebagai tanda ridha dan cintaNya. Amin YRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Catatan Ulang Tahun Nakhwa dari Madinah, setahun Lalu
Next post ULTAH KE 39 & ULTAH KE 8 NAKHWA DI TENGAH DUKA